Penerapan Gaya Hidup Altruistik
Wednesday, September 9th, 2009
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh James House dari University of Michigan Researche Center menemukan bahwa kegiatan sukarela yang dijalankan secara teratur serta interaksi dengan orang lain secara hangat dan kasih menimbulkan peningkatan dramatis pada harapan hidup dan vitalitas secara keseluruhan.
Keharuan dan kepedulian pada penderitaan orang lain ternyata bisa membantu menyehatkan emosi kita. Banyak penelitian menegaskan bahwa mengulurkan tangan bagi orang lain mampu meningkatkan rasa bahagia dan ketenangan, serta mengurangi depresi.
Penelitian George Vaillant pun menyimpulkan bahwa gaya hidup altruistik menjadi komponen penting bagi terpeliharanya kesehatan mental. Beberapa efek lain yang bisa dirasakan adalah:
- Munculnya rasa optimis dan tampak bahagia.
- Meningkatnya kegirangan dan eforia.
- Rasa nyaman yang luar biasa.
- Meningkatnya energi.
- Perasaan lebih sehat.
- Berkurangnya rasa sendiri, depresi, dan perasaan tanpa pertolongan.
- Rasa terhubung dengan orang lain.
- Rasa tenang dan rileks yang luar biasa.
- Panjang umur.
- Terkontrolnya berat badan.
- Menurunnya insomnia.
- Meningkatnya sistem kekebalan tubuh.
- Berkurangnya rasa nyeri dan sakit.
- Meningkatnya kehangatan tubuh.
- Kondisi kardiovaskular lebih sehat (tekanan darah dan risiko penyakit koroner menurun, sirkulasi darah meningkat).
- Menurunnya kadar asam lambung yang berlebih.
- Lebih cepat sembuh bila mengalami operasi.
- Menurunkan aktifitas kanker.
Tags: altruistik, asam, asam lambung, bahagia, darah, depresi, eforia, emosi, energi, gaya hidup, harapan, health and medicine, hidup, insomnia, kanker, kardiovaskular, kedokteran, kegiatan, kesehatan, koroner, Lifestyle, optimis, penelitian, Penerapan Gaya Hidup Altruistik, pengobatan, penyakit, rileks, sehat, sirkulasi, sukarela, tubuh, umur






