SlanK vs DpR
Perseteruan antara grup band SlanK dengan DpR kian berlangsung panas. Lagu Slank yang ada di album “PLUR”, dianggap para wakil rakyat itu telah melecehkan kredibilitas dan kehormatan mereka. Bahkan kasus ini kabarnya akan dibawa ke meja hijau.
Namun SlanK tidak tinggal diam, mereka juga mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk tidak gentar menghadapi tuntukan Dewan Rakyat ini. Abdee, gitari Slank mengatakan, “Apa yang ditakutkan. Kalau mereka memang tidak melakukan apa yang ada dalam lirik lagu kita, ngapain juga mesti sewot.
Abdee juga menambahkan, bahwa kejadian seperti ini (penuntutan, gugatan) tidak akan
melunturkan kreativitas Slank dalam bermusik dan menulis lagu. Namun, tampaknya situasi saat ini sedang menguntungkan kubu Slank, saat DPR berkoar-koar tentang pencemaran nama baik mereka, seorang pejabat DPR yang juga suami artis, tertangkap tangan menerima suap dan kasusnya sedang ramai. Mungkin ini jawaban dari semua polemik yang ada dan Slank dalam lagunya tidak “Asbun” alias asal bunyi, melainkan berdasarkan fakta yang ada di lapangan.
Sekarang, kebebasan orang berpendapat dan berseni diungkit mereka, sangat arrogan dan tak mau menerima kritikan dari luar. Slank salah satu band terkemuka di Indonesia dalam sepenggal lirik lagu Gosip Jalanan , yang berbunyi, “DPR tukang buat UU dan korupsi.” dikritik dan diributkan oleh para anggota dewan yang kurang kerjaan dan merasa tersinggung dengan lirik lagu tersebut.
“Ada Grup Band yang lagi aktif mendukung KPK, membuat lirik yang menyakiti lembaga. Bunyi liriknya ‘DPR tukang buat UU dan korupsi’. Itu akan ditindaklanjuti lewat Bamus. Ini grup komersial, bukan LSM. Kalau menjual memojokkan seseorang itu ada hukumnya. Seluruh bangsa di negara ini, kehormatannya ada di gedung ini. Ini rumah rakyat,” terang Wakil Ketua BK, Gayus Lumbuun usai rapat konsultasi.
Tapi dilihat dari kasusnya, DPR sangat terlambat bila ingin menggugat lagu “Gosip Jalanan” tersebut. Lagu ini sudah ada sejak tahun 2004 lalu di album “PLUR”. Lagu ini tidak terlalu diekspos media, karena tertutup oleh lagu “Ku Tak Bisa”, yang memang menjadi jagoan di album tersebut.
Entah ada kaitannya atau tidak, anggota Komisi IV DPR RI Al Amin Nasution diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran tertangkap tangan menerima uang Rp 71 juta yang diduga sebagai uang suap dari Sekda Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau Azirwan. Dia pun disebutkan ditangkap bersama PSK. Gawat!
Maka terbuktilah apa yang dinyanyikan Slank itu. Ujung-ujungnya duit! Pasalnya uang suap yang didapat Al Amin, disebutkan atas berhasilnya deal-deal di lembaga legislatif tersebut memuluskan alih fungsi lahan hutan lindung di Bintan yang akan dijadikan lokasi pemerintahan. Seperti yang dikutip oleh kompas.com.
wah syair tahun 2004 kok ributnya sekarang, baru sadar yaa….. kalo kelakuannya emang bener.
Berikut syair dari Gosip Jalanan :
E7 D A7
Pernah kah lo denger mafia judi
E7 D A7
Katanya banyak uang suap polisi == liat aja di jalan
B7 A7
tentara jadi pengawal pribadi == tengok kasus PT asaba
E7 D A7
E7 D A7
Apa lo tau mafia narkoba
E7 D A7
keluar masuk jadi bandar di penjara = coba liat di tv & lp sipir jd bandar
B7 A7
terhukum mati tapi bisa ditunda
E7 D A7
E7 D A7
Siapa yang tau mafia selangkangan
E7 D A7
Tempatnya lendir2 berceceran
B7 A7
Uang jutaan bisa dapat perawan == sayang Mar** Ev* bukan perawan
A7 E7 A7
Kacau balau… 2x negaraku ini…
B7 A7 B7 E7
Ada yang tau mafia peradilan
tangan kanan hukum di kiri pidana = liat ilegal logging dr lurah, hakim, pol kena
dikasih uang habis perkara
Apa bener ada mafia pemilu == banyak protes hasil pilkada
entah gaptek apa manipulasi data
ujungnya beli suara rakyat
Mau tau gak mafia di senayan
kerjanya tukang buat peraturan
bikin UUD ujung2nya duit == pengennya naik honor tapi kerjanya molor
Pernahkah gak denger triakan Allahu Akbar
pake peci tapi kelakuan bar bar == inget kasus 1998 & setiap mau ramadhan
ngerusakin bar orang ditampat2
wakil rakyat kok pikirannya sempit, kalo emang ya korupsi enggak usah takut kalo KPK yang memeriksa periksa anggota dpr. Lagian di syair itu enggak ada yang nyebut dpr adanya fakta…
Bpk. SBY saj nglarang gubernurnya molor wtu beliau pidato. Lha iki koq ad dpr yang molor waktu rapat kok yaa… enggak malu….., tidur waktu rapat kan juga bisa dikatakan korupsi, yang dibayar, dikasih uang saku, dikasih fasilitas eh tidur.
belum lagi.., pernah dengerkan rumah dinas dpr gordennya ilang, meja kursi ilang, bahkan closet wae ilang sewaktu diambil anggota yang menempati sebelumnya….. ![]()






