Bagi para pencari kerja yang biasa menggunakan sarana internet, mungkin sudah tidak asing lagi dan sudah sering melihat atau membaca informasi lowongan yang bertuliskan “Company Confidential“.

Maksud dari kata2 tersebut bukan berarti bahwa nama perusahaannya adalah confidential. Maksud kata-kata di atas adalah “perusahaan yg dirahasiakan”. Perusahaan yang memasang iklan di situs2 pencari kerja  itu, ingin merahasiakan jati diri atau informasi mengenai perusahaannya. Mengapa begitu???? ada beberapa alasan mengapa perusahaan melakukannya, diantara beberapa alasan itu ada yang baik, namun ada juga yang bermaksud buruk.

Alasan yang baik itu, perusahaan ingin menyembunyikan jati dirinya dari pencari kerja dengan maksud agar perusahaan bisa mencari dan mendapatkan calon pegawai secara objektif dan sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan.

lhoo kok begitu??  iya, biasanya bila di halaman web itu sudah tertera nama perusahaan, sekilas tentang perusahaan, alamat perusahaan, dll. Maka, sang pencari kerja pasti akan mencari tahu tentang perusahaan tersebut, mungkin lewat google, mungkin tanya2 teman, dll. sehingga tidak jarang pencari kerja yang berusaha menjadikan dirinya agar sesuai dengan perusahaan itu. misal dengan mengedit CV. atau bila perusahaan itu berkaitan dengan bidang IT, maka dia sudah siap2 dengan membaca artikel2 tentang IT, dengan tujuan agar saat wawancara nanti mereka sudah seperti menguasai bidang IT.

kasus2 seperti ini tidak jarang membuat perusahaan banyak yang “kecolongan” merekrut orang2 yang ternyata tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, itu karena pada saat wawancara mereka terlihat seperti mampu (karena sudah siap2 tadi), tapi ternyata saat mulai bekerja tidak sesuai yang diharapkan.

Alasan inilah yang membuat banyak perusahaan merahasiakan jati diri perusahaannya saat memasang iklan di situs2 pencari kerja.

Namun para pencari kerja juga meski hati2 saat menjumpai iklan lowongan semacam itu, karena alasan lain adanya iklan lowongan itu (yang tidak mau menyebutkan jati dirinya) adalah dengan tujuan untuk melakukan penipuan.

Seperti perusahaan2 fiktif yg hanya bermodalkan menyewa gedung, lalu mereka memasang iklan di berbagai media. kemudian mereka menjanjikan akan menyalurkan para pencari kerja itu kepada perusahaan2 yg bekerja sama dengan mereka. Dengan syarat, para pencari kerja ini menyetorkan sejumlah uang yang diminta oleh perusahaan fiktif itu. namun setelah menyetorkan sejumlah uang, tidak ada pekerjaan yang didapatkan.

Nah, mereka ini juga biasa memasang iklan dengan merahasiakan jati dirinya, atau dengan memakai nama fiktif.

Blogger, Social Media Strategist, SEO, Web Design.