Bisnis, Startup, Umum

Saya Seorang CEO yang Biasa-biasa Saja

Di awal menjabat sebagai CEO Grup Bakrie, tentu saya akan mereview semua portofolio yang dimiliki oleh Grup Bakrie. Dari situ saya akan mulai memetakan visi dan misi kedepan serta target-target apa yang meski dicapai. Juga untuk menimbang apa saja yang menjadi peluang, tantangan dan hambatan perusahaan ke depan, untuk kemudian saya diskusikan dengan jajaran direksi guna menentukan langkah dan strategi apa yang akan perusahaan terapkan untuk masing-masing bidang usaha.

Saya menganggap anda yang membaca tulisan ini adalah sebagai jajaran direksi dan komisaris di dalam Grup Bakrie. Untuk itu saya akan memulai untuk mempresentasikan dan menjabarkan mengenai program-program saya ke depan selama menjabat CEO Grup Bakrie.

 

Saya akan memulai dari bidang Media dan Telekomunikasi.

Tercatat ada beberapa unit usaha di dalam bidang media dan telekomunikasi, seperti Bakrie Telecom, Bakrie Connectivity, VivaNews, AnTV, dan TVOne.

Saya mempelajari bahwa saat ini segmentasi antara pengguna internet, telepon, dan penikmat televisi sudah hampir sama dan seragam. Kita bisa tengok dari berbagai daerah, tingkat pendidikan, bahkan sampai berbagai tingkatan usia, rata-rata kini sudah memanfaatkan berbagai media  tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu saya berpendapat bahwa unit-unit bisnis di dalam bidang media dan telekomunikasi tersebut perlu digabungkan dalam sebuah Management bersama, guna menyamakan visi di bidang media dan telekomunikasi. Penggabungan ini bukan berarti meleburkan perusahaan-perusahaan tadi menjadi satu, tetapi hanya sebatas mengumpulkan atau menggabungkan mereka di bawah satu kesatuan management bersama, dengan harapan unit-unit usaha tersebut dapat bersinergi satu sama lain di dalam satu visi bersama. Tetapi tetap, perusahaan induk memberikan kebebasan sepenuhnya kepada unit-unit usaha tersebut untuk menetukan dan menjalankan strategi terbaiknya masing-masing untuk mencapai target unit usaha tersebut dan juga memenuhi visi dari management bersama tadi.

Jika ide ini disetujui oleh semua pemangku kepentingan di Grup Bakrie,  maka saya akan menamakan management baru ini dengan nama Bakrie Technologies (B-Tech), yang akan membawahi unit-unit bisnis seperti Bakrie Telecom(B-Tel), VivaNews, AnTV, dan TVOne.

Gambaran hirarki secara simpel-nya seperti gambar di bawah ini:

 

Mengenai Peluang

Banyak peluang yang bisa ditangkap dari bidang usaha ini. Salah satu yang sangat potensial kedepan menurut prediksi saya adalah Teknologi Cloud Computing.

Saat ini mungkin hanya beberapa kalangan saja yang sudah memanfaatkan teknologi ini, salah satunya adalah kalangan korporasi (itu juga baru beberapa). Tapi saya berkeyakinan bahwa kedepannya teknologi ini akan menjadi konsumsi semua kalangan, termasuk sampai kepada individu.

Kenapa Cloud Computing?

Kalau dulu, sebuah perusahaan atau perorangan harus membeli hardware dengan kapasitas yang sangat besar dan tentu dengan harga yang sangat mahal untuk digunakan sebagai media penyimpanan data-data. Kapasitas yang besar tadi pun belum tentu terpakai semuanya, jika tidak terpakai semua maka hanya buang-buang tempat dan biaya.

Namun saat ini, dengan hadirnya teknologi cloud computing ini, perusahaan atau perorangan dapat menyimpan data-datanya di “awan”. Dengan memanfaatkan teknologi ini, perusahaan bisa memesan space/kapasitas untuk penyimpanan data berdasarkan kebutuhan saat itu. Apabila di tengah jalan ingin menambah atau mengurangi kapasitas, itu bisa dilakukan dengan sangat mudah.  Biaya yang harus dikeluarkan pun disesuaikan dengan jumlah pemakaian kita. Jadi sama seperti kita mengkonsumsi listrik dari PLN. Atau jika boleh saya mengibaratkan, ini seperti pegawai “outsourching” di dalam sumber daya manusia. Perusahaan tidak perlu memiliki pegawai tersebut, tapi hanya memesan kepada penyedia, berapa banyak perusahaan membutuhkan.

Untuk memberikan layanan dan fasilitas ini kepada pelanggan bakrie, sebagai tahap awal kita bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar yang memang sudah menyediakan teknologi ini, seperti Google dengan “Google Drive”-nya. Untuk kemudian, kita bisa membenamkan fasilitas google drive tadi ke dalam modem aha/esia, Aha Pad, atau HP esia.

Kita berikan kepada pelanggan berupa penyimpanan data gratis (free storage) di “awan” sebesar 5gb. Jadi, begitu pelanggan terkoneksi internet (entah melalui modem Aha/Esia, Aha pad, atau HP esia), pelanggan bisa langsung login untuk menikmati fasilitas gratis tersebut. Username dan Password diberikan bersamaan dengan paket produk.

Pelanggan, baru akan dikenakan biaya jika mereka ingin menambah kapasitas storage tersebut, misalkan pelanggan merasa kapasitas 5gb itu terlalu kecil dan dia ingin menambah kapasitas menjadi 7gb, maka pelanggan bisa langsung menghubungi customer service dan akan dikenakan biaya untuk tambahan kapasitas 2gb. Saya berpikir ini adalah peluang yang sangat menarik bagi perusahaan.

Baru pada tahap selanjutnya, setalah kita matang dan telah mengenal betul teknologi ini, kita bisa mulai membangun data center atau server sendiri. Dan kita bisa mulai memberikan pelayanan cloud computing tadi dalam skala yang lebih besar dan mandiri, melalui teknologi milik kita sendiri .

 

Mengenai tantangan ke depan, saya pikir masih dalam hal kreativitas dan inovasi. Terlambat sedikit saja dalam ber-inovasi, maka kita akan tertinggal dari para kompetitor.

Untuk berinovasi, sebenarnya kita bisa memanfaatkan feedback dari para pelanggan. Disinilah petingnya sebuah perusahaan yang berbasis teknologi untuk membangun sebuah komunitas pelanggan yang solid. Dari komunitas tersebut, perusahaan bisa mendapat masukan dan kontribusi untuk menemukan inovasi baru dalam sebuah produk yang dihasilkan. Manfaat lain dari membangun sebuah komunitas adalah perusahaan bisa menjaga para pelanggan untuk tetap setia menggunakan produk-produk yang dikeluarkan, meskipun akan banyak bermunculan para kompetitor baru.

Kita bisa belajar dari perusahaan-perusahaan yang biasa saja namun menjadi kuat karena dukungan komunitas yang solid dan loyal. Seperti Flickr dan Kaskus.

Flickr saat ini masih menjadi “raja” situs berbagi foto, walaupun mulai bermunculan kompetitor yang kuat seperti instagram. Ini dikarenakan dukungan grup dan komunitas pengguna flickr yang kuat.

Dari dalam negeri, kita bisa sejenak menengok kaskus. Situs yang didirikan oleh andrew darwis ini bisa dibilang sebagai forum online terbesar di indonesia saat ini. Padahal, kalau kita perhatikan kaskus tidak jauh beda dengan forum-forum online yang sudah ada sebelumnya dan sesudahnya, tapi mengapa mereka lah yang bisa sebesar sekarang?, ini juga karena dukungan yang kuat dan solid dari komunitas pengguna kaskus atau biasa disebut kaskuser. Kaskuser lebih mengeratkan lagi hubungan diantara mereka dengan menciptakan kata-kata yang menjadi ciri khas mereka, seperti Agan, Sundul gan, meluncur ke tkp, pertamax, dll.

Di Bakrie Telecom, perusahaan bisa memulainya dengan membangun komunitas dari pengguna esia. Karena kalau saya pelajari, pengguna ponsel GSM biasanya juga mempunyai satu ponsel CDMA kecil, peluang inilah yang meski kita tangkap. Untuk itu, saya akan meminta jajaran direksi bakrie telecom amembuatkan dan memfasilitasi berdirinya komunitas pengguna esia (KPE). Secara rutin saya akan minta untuk diadakan acara kumpul-kumpul dan gathering untuk lebih menguatkan lagi hubungan di antara pengguna esia.

Untuk beberapa bidang yang lain, saya akan mulai menjabarkan target-target saya secara singkat:

 

Agribisnis

Untuk sektor agribisnis, selain karet dan kelapa sawit yang saat ini telah dibudidayakan oleh perusahaan, saya mempunyai target ingin menambah satu budidaya lagi jika menjabat CEO, yaitu budidaya Aren. Di Indonesia, petani-petani kecil telah lama mengetahui akan besarnya potensi aren, namun belum banyak perusahaan-perusahaan besar yang melirik potensi ini, sehingga masukan ilmu dan teknologi pada aren masih sangat minim. Jumlahnya sacara pasti memang belum diketahui, namun diyakini potensi aren di Indonesia sangatlah besar dan tersebar dari pantai sampai pegunungan.

Dari usaha pembudidayaan aren ini dapat menghasilkan produk utama berupa Gula Merah atau Gula Kristal, sehingga saya berharap perusahaan nantinya dapat berkontribusi dalam urusan gula nasional, karena ini (aren) dapat menjadi sumber gula alternatif, sehingga negara kita tidak perlu ribut-ribut lagi mengenai masalah gula atau impor gula. Kedepannya saya berharap dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan program swasembada gula. Apalagi jika melihat bahwa gula sudah menjadi bahan pokok sehari-hari dalam rumah tangga, maka peluang pasar pun akan terbuka lebar baik domestik maupun internasional.

Selain gula, nira aren juga dapat diolah untuk menghasilakan sumber energi yang dapat diperbaharui yaitu Etanol. Untuk yang satu ini, saya berpikir perusahaan bisa mensinergikan antara unit usaha agribisnis dengan unit usaha di bidang energi. Sehingga dapat betul-betul dihasilkan sumber energi etanol tersebut, ini juga diharapkan mampu memberi sumbangan alternatif bagi kebutuhan energi nasional.

Untuk memulai budidaya aren ini, sebagai langkah awal saya pikir perusahaan tidak perlu untuk membangun pabrik atau perusahaan baru dari nol. Kita bisa mulai dengan berinvestasi atau mungkin mengakuisisi perusahaan-perusahaan lokal yang memang bergerak dalam urusan budidaya aren. Kemudian kita bisa mulai mengembangkannya, seperti masalah organisasi dan management. Mulai dari organisasi petani, organisasi pabrik, dan management sistem produksi.

Selain itu, dari pohon aren ini juga bisa menghasilkan produk-produk mikro seperti Sapu lidi, Sapu ijuk, daun untuk atap rumah, dan juga dapat menghasilkan kayu dengan kualitas sangat baik. Untuk hal ini, perusahaan bisa memberdayakan masyarakat setempat melaui program CSR perusahaan. Sehingga perusahaan juga bisa ikut membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar pabrik, serta  membantu menanggulangi kemiskinan dan pengangguran.

Batu Bara

Krisis Eropa yang belum diketahui kapan berakhirnya dan keadaan ekonomi amerika serikat yang belum pulih 100% berdampak juga bagi negara-negara di luar zona tersebut. Secara langsung ataupun tidak, keadaan ini tentu berdampak bagi permintaan batu bara dari negara-negara tersebut. Beberapa langkah solusi yang bisa diambil salah satunya ialah dengan memperkuat pasar domestik, program pemerintah tentang listrik 10.000 mw bisa jadi salah satu kunci pendorong untuk memperkuat pasar domestik, apalagi juga dipengaruhi dengan harga minyak yang kian melambung serta semakin berkurangnya cadangan minyak indonesia, menjadikan batu bara sebagai prioritaas sumber energi pengganti. Apalagi cadangan dan potensi batu bara dalam negeri yang masih cukup berlimpah.

Di sisi lain, selain memperkuat pasar domestik, perusahaan bisa mengambil langkah-langkah antisipatif apabila terjadi penurunan volume ekspor akibat turunnya permintaan dari negara-negara konsumen. Langkah tersebut yaitu memperluas pasar ekspor dengan mencari negara-negara baru sebagai  tujuan ekspor.

Untuk memenuhi kedua permintaan pasar tersebut, baik domestik dan ekspor, tentu kita harus terus berupaya untuk menambah jumlah volume produksi batu bara, (kalo bisa 120 juta ton per tahun). Ini bisa tercapai kalau kita menjalankan langkah strategis seperti meningkatkan teknologi dalam hal produksi, dan juga bisa dengan langkah praktis seperti melakukan akuisisi saham perusahan-perusahaan batu bara yang potensial sehingga bisa berkontribusi untuk menambah volume produksi batu bara kita.

Kemudian hal yang tidak kalah penting adalah mengenai efisiensi perusahaan, baik dalam hal produksi ataupun pada saat distribusi nantinya. Karena efisiensi ini juga sangat berdampak pada untung atau ruginya perusahaan. Karena buat apa kita memproduksi dengan volume yang besar, tapi dilakukan dengan waktu yang lama? Yang ada konsumen tidak sabar dan beralih ke perusahaan lain. Sehingga harus sinergis antara volume yang besar dengan waktu produksi dan distribusi yang cepat.

Dalam proses produksi, efisiensi bisa dilakukan dengan menerapkan teknologi-teknologi baru yang mutakhir, dengan teknologi kita bisa mempersingkat waktu produksi dan juga meminimalkan tenaga manusia.

Dalam proses distribusi, efisiensi juga harus diterapkan dengan berupaya mempersingkat jangka waktu pengiriman batu bara ke negara-negara tujuan ekspor atau ke konsumen domestik. Dengan begitu, selain memberikan untung lebih bagi perusahaan, ini juga bisa memberikan kepuasan tersendiri bagi para konsumen kita.

Properti

Pertumbuhan kelas menengah yang sangat pesat akhir-akhir ini bisa kita jadikan sebagai peluang usaha yang potensial. Untuk wilayah jabodetabek misalnya, kelas menengah ini didominasi oleh kaum pekerja atau karyawan, baik negeri atau swasta, yang kebanyakan dari mereka justru tinggal di daerah-daerah penyangga di luar kota jakarta, seperti tangerang, depok, dan bekasi. Beberapa dari mereka adalah keluarga-keluarga kecil yang membutuhkan hunian yang sederhana namun tetap nyaman ditempati, beberapa lainnya merupakan pekerja-pekerja yang masih single namun tetap membutuhkan hunian yang strategis, karena tuntutan pekerjaan yang mebutuhkan mobilitas tinggi.  Peluang inilah yang meski kita raih!!!

Target saya adalah membangun hunian-hunian yang minimalis berbiaya murah namun tetap elegant di kisaran kota/kab tangerang. Karena tangerang selain salah satu kota penyangga ibu kota jakarta, di sana juga masih banyak terdapat lahan-lahan belum tergarap dengan harga tanah yang masih sangat murah. Mengenai pembiayaan, tentu kita harus merumuskan semenarik mungkin agar mampu mendatangkan pembeli sebanyak-banyaknya, misalnya dengan DP Rp.0, menyediakan angsuran yang panjang, serta bunga yang rendah.

Untuk memberikan ciri khas bagi produk hunian kita nanti, kita bisa memberikan fasilitas seperti Bus untuk antar-jemput panghuni menuju ke kantor. Misalnya kita menyediakan dua bus, satu bus untuk mereka yang kantornya di kawasan soedirman-thamrin dan satu bus lagi untuk penghuni yang kantornya di kawasan kuningan-mampang. Rute perjalanan dua bus ini kita bedakan, jadi bagi penghuni yang tidak berkantor di dua kawasan tersebut, bisa tetap menaiki bus tersebut asalkan kantornya dilewati oleh rute bus itu. Program ini juga bisa kita gunakan untuk membantu pemerintah kota jakarta dalam rangka menanggulangi masalah kemacetan di jakarta, karena diharapkan para penghuni mau meninggalkan kendaraan pribadinya dan mau memanfaatkan fasilitas bus antar-jemput yang kita sediakan tersebut.

Infrastruktur

Kalau pemerintah mempunyai rencana untuk menyatukan tiga zona waktu yang saat ini ada, menjadi satu zona waktu saja. Maka saya sebagai CEO mempunyai mimpi agar suatu hari nanti seluruh pulau terutama pulau-pulau besar di Indonesia dapat terhubung satu sama lain. Inspirasi ini saya dapatkan dari penggalan lagu wajib nasional “Sambung-menyambung menjadi satu, itulah Indonesia”.

Proyek pertama yang akan segera terwujud adalah proyek jemabatan selat sunda (jss) yang menghubungkan pulau jawa dengan pulau sumatera. Kedepannya, saya akan ajukan studi ke pemerintah, bagaimana kalau semua pulau-pulau besar di Indonesia ini saling terhubungkan dengan sebuah jembatan. Misalkan pulau jawa-kalimantan, kalimantan-sulawesi, kalimantan-sumatera, dst. Dan perusahaan kita harus bisa menjadi penyelenggara, minimal dua proyek pembangunan jembatan tersebut.

Kalau mimpi saya ini bisa benar-benar terwujud, saya berpendapat banyak manfaat yang bisa perusahaan dapatkan dari proyek ini. Untuk perusahaan infrastruktur itu sendiri, kita tentu bisa meraih banyak pemasukan bila berhasil terpilih jadi pengembang proyek tersebut. Dan bagi perusahaan-perusahaan lain, proyek ini tentu dapat memberikan manfaat seperti efisiensi waktu. Dengan adanya jembatan yang menghubungkan antar pulau ini, perusahaan tentu bisa menekan atau menghemat biaya-biaya operasional dalam hal distribusi dan pengiriman.

Mimpi saya yang lain di bidang infrasturktur adalah saya ingin perusahaan bersama-sama pemerintah benar-benar mampu untuk mewujudkan atau membangun sebuah jalan Tol yang membentang antara ujung barat dengan ujung timur pulau jawa. Kalau dahulu saja, Daendels dengan teknologi terbatas mampu membuka jalan Anyer-Panarukan, kenapa saat ini dengan teknologi maju dan fasilitas memadai kita tidak bisa. Pasti bisa!! (saya sendiri adalah orang yang biasa melewati Tol PALIKANCI yang dioperasikan oleh Grup Bakrie, bila pulang kampung jenguk simbah di Jogja.. hehe..)

Namun saya menyadari bukan hal mudah untuk mewujudkannya, karena pasti terdapat tantangan dan hambatan yang tidak mudah. Contoh klasik dan pasti dialami oleh setiap pengembang adalah masalah pembebasan lahan. Untuk mengatasi itu kita bisa duduk bersama antara BPN, masyarakat setempat, dan pengembang untuk dicarikan solusi bersama. Tidak perlu main ngotot-ngototan atau ancam-mengancam seperti yang sudah sering terjadi.

———

Selain  bidang-bidang usaha yang telah saya jabarkan di atas, sebagai CEO saya juga berencana untuk menambah lagi portofolio perusahaan guna lebih memperluas lagi cakupan bidang usaha yang dijalankan oleh grup Bakrie. Target utama saya adalah di bidang Lifestyle.

Seperti yang telah saya sebutkan di atas, perkembangan kalangan menengah di Indonesia saat ini amat pesat. Kebiasaan mereka untuk berbelanja setelah gajian, seperti belanja baju, sepatu, tas, gadget, dll.  bisa kita tangkap sebagai sebuah peluang usaha.

Untuk menambah portofolio di bidang lifestyle ini, sebagai langkah awal kita bisa bermitra strategis dengan perusahaan-perusahaan asing yang bergerak di bidang usaha perdagangan produk-produk lifestyle, kita bisa mengajukan untuk menjadi mitra strategis mereka dengan membawa dan membuka gerai-gerai atau store mereka di Indonesia, tentu saja perusahaan yang belum pernah masuk ke Indonesia.

Bermitra strategis yang saya maksud disini adalah kita bisa menjadi pemegang saham mayoritas mereka di Indonesia, dengan begitu kita bisa dengan leluasa untuk menempatkan orang-orang kepercayaan kita di jajaran direksi dan dapat dengan mudah menyusun strategi yang sesuai dengan visi perusahaan. Dengan kata lain kita bisa menjadi investor yang aktif bukan investor pasif.

Untuk masalah hutang dan penambahan modal usaha, perusahaan dapat memanfaatkan masukan dari dana pihak ketiga melalui penawaran saham di bursa. Untuk itu kita perlu untuk menjaga kinerja perusahaan secara maksimal sehingga para investor mau mempercayakan uangnya kepada perusahaan kita. Kepercayaan itu harus kita bayarkan dengan kerja yang maksimal dan sebaik mungkin, sehingga nantinya dapat berbuah keuntungan, baik bagi perusahaan maupun bagi para pemegang saham.

Terakhir, saya ingin mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN ke-70 untuk Grup Bakrie. Saya pikir saat ini Grup Bakrie bukan lagi hanya menjadi aset milik keluarga Besar Bakrie saja, namun sudah menjadi aset berharga bagi bangsa dan negara Indonesia. Untuk itu saya berharap, kedepannya grup bakrie dapat menambah kontribusinya bagi kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara Indonesia tercinta. AMiiiinnn!!!!

Profil Penulis:

Nama: Puguh Nugroho

Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 9 Nopember 1989

Blogger, Social Media Strategist, SEO, Web Design.

4 Comments

  1. aristya

    sayang, biasa saja, pake dot tk, ga ada komentar, juara?!

  2. danur

    selamat aj deh buat pemenangnya… saya kalah.. hiksss.. untuk aristya: di lomba ini yg dinilai bukan tampilan blog, domain, atau sedikit bnyk komentar, tp kualitas ide dlm tulisan itu, berguna ngga buat grup bakrie…

  3. Avanti

    Alhamdulillah, congratulation bro, kamu memang layak jadi juara (berangkat dari sebuah mimpi dan keyakinan) dan kini impianmu jd kenyataan..”ALLAH SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, bila dia tidak mau berusaha untuk merubahnya sendiri”

  4. Selamat Deh..Maju terus!!!

Leave a Reply

Theme by Anders Norén