Kisah Unik

Pentingnya Menjaga Kualitas dan Kuantitas Sumber Air Kita Demi Keberlangsungan Hidup

tetesan harapanAda sebuah ungkapan menarik di dalam ilmu kesehatan, yaitu “orang dapat hidup 2-3 minggu tanpa makan tetapi hanya dapat bertahan 2-3 hari tanpa air minum”.

Untuk manusia, air memang menjadi unsur mutlak yang harus terpenuhi dalam kehidupannya. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, manusia memang nggak akan bisa lepas dari yang namanya air, karena banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari air seperti untuk mencuci, mandi, minum, tenaga pembangkit, irigasi, dan lain sebagainya.

Dari semua manfaat yang sudah saya sebutkan di atas, kebutuhan akan air yang paling utama adalah untuk air minum. Sebagai tambahan informasi, bahwa zat yang membentuk tubuh manusia 73% merupakan air. Untuk orang dewasa 55-60% dari berat badan terdiri dari air, anak-anak sekitar 65% dan bayi sekitar 80%.

Kemudian yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, air seperti apakah yang layak untuk kita konsumsi? Lalu, seberapa banyak cadangan air bersih yang masih mungkin dinikmati oleh kita dan generasi berikutnya?

Menjawab pertanyaan yang pertama, kita akan berbicara masalah kualitas air, sedangkan pertanyaan kedua adalah berhubungan dengan kuantitas air.

Kualitas air adalah segala hal yang berkaitan dengan mutu dan kondisi air yang dibutuhkan untuk kegiatan atau keperluan tertentu. Sedangkan kuantitas air berhubungan dengan jumlah atau ketersediaan air dalam memenuhi kebutuhan manusia.

A. Kualitas Air

Kalau boleh saya mengulang pertanyaan di atas, air seperti apakah yang layak untuk kita konsumsi? jawabannya adalah air bersih dan sehat yang bebas dari kuman penyakit serta tidak tercemar atau mengandung bahan beracun.

Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil dari beberapa sumber seperti dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumberair tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumber-sumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil.

Akan tetapi air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan bagi kelangsungan hidup manusia.

Untuk menjamin kualitas air yang kita konsumsi sehari-hari, ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi, diantaranya adalah kualitas fisik, kualitas kimia, dan kualitas biologi.

1. Kualiatas Fisik

Air yang berkualitas dan layak kita konsumsi harus memenuhi beberapa persyaratan fisik seperti:

- Jernih dan tidak keruh

- Tidak berwarna

- Rasanya tawar

- Tidak berbau

- Temperatur normal10-25C (sejuk), dan

- Tidak mengandung zat padatan

2. Kualitas Kimia

- Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun

- Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan

- Cukup yodium

- pH air antara 6,5 9,2

3. Kualitas Biologi

Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit.

Bahwa air telah menjadi satu kebutuhan utama bagi keberlangsungan hidup manusia, menjaga kualitas air pada akhirnya menjadi sebuah keharusan mengingat berbagai macam penyakit dapat hinggap dan memanfaatkan media air untuk menyerang manusia yang memanfaatkannya. Perhatian kita semua akan kualitas air yang bersih dan sehat pada akhirnya dapat menjamin kesehatan tubuh kita dan bisa menghindarkan kita dari serangan penyakit seperti diare, sehingga aktivitas kesehariaan kita pun dapat berlangsung lancar.

B. Kuantitas Air

Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar, selain menjaga kualitasnya, air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu. Sekarang ini sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku untuk dijadikan air minum jumlahnya makin lama makin berkurang akibat ulah manusia sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja.

Populasi manusia yang terus meningkat pasti berdampak pula pada meningkatnya kebutuhan akan air bersih. Pemanfaatan air bersih yang terus meningkat inilah yang pada akhirnya akan menyebabkan kelangkaan airbersih. Ada empat hal yang menurut saya menjadi penyebab terjadinya kelangkaan air bersih:

1. Menigkatnya kebutuhan dan permintaan

2. Distribusi air bersih yang tidak merata dan tidak adil

3. Meningkatnya pencemaran air

4. Faktor atau gejala alam

1. Menigkatnya kebutuhan dan permintaan

Menigkatnya jumlah populasi manusia sudah pasti akan berdampak pula pada meningkatnya jumlah kebutuhan dan permintaan akan air bersih. Banyaknya “kompetisi” dalam mendapatkan air, arus urbanisasi, penggundulan hutan, praktek pertanian yang nggak tepat, dan sifat-sifat boros dalam menggunakanair, akhirnya menyebabkan semakin langkanya ketersediaan air bersih.

Kelangkaan ini juga banyak dipengaruhi oleh penggunaan air tanah secara berlebihan dan tanpa kontrol oleh masyarakat. Karena air tanah merupakan sumber air yang sangat lama untuk terbarui, sehingga seringkali kecepatan pemakaiannya lebih tinggi dibandingan pembaruannya. Inilah yang pada akhirnya menyebabkan kelangkaan.

2. Distribusi yang tidak merata dan tidak adil

134482012254005660Kalau boleh saya mengutip berita yang ada di Kompas pada bulan September Tahun 2012 lalu, Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengungkapkan masih adanya ketidakadilan dalam distribusi air di negara ini. Warga kelas menengah ke atas yang tinggal di pusat kota mendapat fasilitasair bersih PDAM yang lebih murah. Sedangkan warga yang tinggal di Tanjung Priok, di pemukiman miskin harus membeli airdengan harga yang sangat mahal. Warga di daerah pinggiran yang kering harus membayar hingga Rp.40.000 untuk mendapatkan satu kubik air bersih, sedangkan warga di perkotaan hanya perlu membayar Rp. 6000 per kubik.

Kondisi yang tidak adil dan tidak merata ini dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur pendukung distrbusi air yang belum tersedia di seluruh wilayah di Indonesia. Warga perkotaan bisa lebih mudah dan murah dalam memenuhi kebutuhannya akan air bersih jika dibanding warga dipinggiran yang kering, karena memang infrastruktur pendukung yang lebih lengkap telah terbangun di wilayah perkotaan.

Badan kesehatan dunia (WHO)menetapkan jumlah minimun air bersih yang harus tersedia untuk hidup sehat adalah 2000 meter kubik per orang per tahun. Sekitar 40 negara di dunia ada di bawah angka tersebut, bahkan di 33 negara yang paling buruk kelangkaannya, 60% penduduk kota mampu membeli air bersih, sedangkan penduduk pedesaan hanya 20%.

3. Menigkatnya Pencemaran Air

Pencemaran yang tinggi terhadap air biasanya terjadi di daerah-daerah yang berdekatan dengan lokasi usaha atau industri. Tidak adanya sistem pembuangan limbah yang baik pada akhirnya menyebabkan air sungai/kali (yang dulu juga menjadi sumber air masyrakat) menjadi terkontaminasi atau tercemar.

4. Faktor atau Gejala Alam

Kelangkaan air bersih yang disebabkan oleh faktor atau gejala alam itu bisa disebabkan oleh beberapa peristiwa alam seperti kekeringan karena musim kemarau yang panjang, hujan yang tidak kunjung turun, serta angin panas yang menguapkan cadangan air.

Banyak hal sebetulnya yang bisa kita lakukan sebagai upaya untuk mengatasi (atau paling tidak meminimalisir) kelangkaan air bersih saat ini. Langkah-langkah itu bisa dalam skala kecil oleh saya, anda, dan kita semua di lingkungan keluarga dan masyarakat sehari-hari. Namun bisa juga dalam skala besar yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Beberapa langkah tersebut diantaranya:

1. Penghematan Pemakaian Air

Hal ini simpel sebenarnya, namun justru banyak diabaikan oleh kebanyakan masyarakat.Penghematan air dapat dilakukan dengan dimulai dari kehidupan di rumah tangga. Selama ini banyak masyarakat yang menggunakan air secara boros dan berlebihan, misal dalam hal mandi, mencuci mobil, dan lain sebagainya. Apabila budaya menghemat air dapat dilakukan, maka hal itu akan banyak menolong kelestarian air bersih kita.

Hal yang sama juga bisa dilakukan oleh kalangan industri. Dalam dunia industri dewasa ini banyak menghadirkan inovasi dan riset-riset baru, misalnya mesin pencuci yang lebih menghemat air, cara pendinginan tanpa menggunakan air, dll.

2. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)

Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dimaksudkan untuk menata keseluruhan dari bagian DAS, mulai dari hulu, tengah, dan hilir. Ini sebagai upaya dalam megembalikan peran penting sungai untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Di bagian hulu, yaitu di daerah pegunungan, perlu diadakan konservasi agar mampu maksimal untuk menjadi daerah tangkapan dan cadangan air yang akan mengalir ke hilir. Sampai di hilir, perlu kesadaran dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah di sungai dan tidak mencemari sungai dengan limbah-limbah rumah tangga. Begitupun untuk kalangan industri, perlu kesadaran untuk membuat sebuah pengelolaan pembuangan limbah yang baik, agar tidak sampai mencemari dan merusak ekosistem sungai.

3. Stop Penggundulan Hutan, Mari Kita Menanam Pohon!!

Keberadaan hutan merupakan faktor penting untuk menjaga kelestarian sumber daya air. Hutan juga mempunyai fungsi sebagai daerah resapan air. Untuk itu, demi menjaga agar air bersih yang menjadi kebutuhan pokok setiap manusia tetap lestari, perlu kesadaran dari masyarakat untuk tidak sembarangan dalam menebang hutan. Kita juga bisa melakukan hal-hal yang bisa membantu dalam menyediakan daerah resapan air di negeri ini, yaitu dengan menanam dan memelihara pepohonan.

Demikianlah penjabaran singkat saya mengenai pentingnya kita semua menjaga kualitas dan kuantitas sumber daya air yang ada di sekitar kita, agar kelestarian sumber air bersih kita pun bisa tetap terjaga. Tuhan yang maha kuasa telah melimpahkan berbagai macam nikmatnya kepada kita yang diantaranya adalah persediaan air yang melimpah ruah di bumi-Nya ini, tinggal kita sebagai manusia bisa atau tidak, mau atau tidak, peduli atau tidak untuk menjaga dan memelihara sumber daya air tersebut, agar anak-cucu kita nanti tetap masih bisa menikmati air yang bersih dan sehat dalam jumlah yang cukup.

Blogger, Social Media Strategist, SEO, Web Design.

1 Comment

  1. Terimakasih Informasinya !!!

Leave a Reply

Theme by Anders Norén