Perbedaan 180 derajat terjadi pada status-status yang di publish di akun jejaring sosial facebook sebelum dan sesudah pertandingan terakhir di grup A antara Indonesia melawan Malaysia berlangsung. Satu hari sampai beberapa jam sebelum pluit babak pertama ditiup oleh wasit, banyak status dari teman facebook saya yang begitu bersemangat memberikan dukungan kepada timnas, ada juga yang sampai berlebihan dengan memperolok tim lawan Malaysia.

Memang terasa wajar kalau masyarakat Indonesia begitu percaya diri dan menaruh harapan yang besar pada timnas, karena posisi Indonesia di papan klasemen saat itu lebih unggul dibandingkan Malaysia. Indonesia berada di puncak klasemen dengan empat poin, sementara malaysia berada di posisi ketiga dengan tiga poin, sehingga timnas kita hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan satu tempat  di semifinal.

Harapan itu seperti akan menjadi sebuah kenyataan ketika di awal-awal laga, timnas Indonesia lebih dominan dengan terus menekan barisan pertahanan Malaysia. Sampai pada menit ke-26, gol dari pemain Malaysia Azammudin Mohd Akil membuyarkan mimpi dan harapan publik Indonesia. Setelah proses gol pertama tercipta, timnas kita seperti orang yang panik dan kehilangan konsentrasi, hal itu terbukti dengan terciptanya gol kedua Malaysia hanya tiga menit berselang dari gol pertama tepatnya pada menit ke-29,  Mahalli Bin Jasuli menambah keunggulan Malaysia dengan membobol gawang timnas yang dikawal oleh Wahyu Tri-Nugroho.

Ditengah-tengah pertandingan berlangsung ini, saya sembari masih asik di depan televisi, mencoba untuk membuka kembali akun jejaring sosial facebook melalui perangkat mobile. Sesuai dugaan saya, beberapa status dari teman-teman di facebook sudah mulai berbalik arah dari sebelum pertandingan berlangsung. Ungkapan kekesalan, makian, sampai nada putus asa sudah mulai bermunculan.

Sampai pada puncaknya, sesaat setelah pluit akhir dibunyikan oleh wasit, dan timnas Indonesia dipastikan tersingkir dari Piala AFF 2012, saya kembali menyempatkan diri untuk membuka akun jejaring sosial facebook, suasana kontras sudah benar-benar terlihat kali ini. Bahkan berbagai ungkapan rasa kecewa dan kekesalan sudah lebih meluas lagi, yaitu mengarah kepada pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas kegagalan timnas garuda ini, dari Ketua PSSI, KPSI, menpora, dan bahkan ada yang sampai menyalahkan Presiden SBY.

Namun, masih banyak juga teman-teman yang berjiwa besar untuk bisa menerima kekalahan yang kesekian kalinya dari Timnas Malaysia ini. Mereka tidak menulis status yang hanya menyalahkan atau mencari kambing hitam atas kegagalan timnas garuda di ajang Piala AFF 2012. Justru ada beberapa diantara mereka yang memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pelatih dan seluruh skuad timnas merah putih yang telah berusaha sekuat tenaga untuk membawa bendera merah putih berkibar sampai ke negeri seberang di tengah-tengah konflik yang sedang terjadi di dunia sepakbola tanah air.

Salah satu status teman yang menarik dan menunjukan berjiwa besar adalah yang ini:

Status ini mendapatkan perhatian yang cukup banyak dari teman-temannya di facebook, terlihat dari jumlah like dan comment yang diberikan. Dari status yang singkat namun bermakna ini, kita (yang mendukung ataupun yang membenci timnas) seharusnya bisa menarik sebuah pesan bahwa kita boleh saja membenci PSSI, membenci KPSI, ataupun membenci menpora sekalipun. Tapi tolong, janganlah membenci timnas garuda kita. Mereka berkeringat, mereka berjuang  bukan untuk PSSI, bukan juga untuk KPSI, tapi untuk nama dan kebanggaan Republik Indonesia.

APAPUN YANG TERJADI, GARUDA TETAP di DADAKU!!!

Blogger, Social Media Strategist, SEO, Web Design.