1345208202139267839

Hubungan antara Soekarno dan Syahrir diketahui memang pernah memanas. Banyak hal yang membuat Soekarno amat membenci Syahrir pada waktu itu, mulai dari hal yang serius/besar sampai kepada hal-hal yang kecil/sepele.

Sekali waktu bung Hatta pernah menanyakan kepada Soekarno mengapa ia benci kepada Syahrir, ia mengatakan, “bagaimana juga saya adalah kepala negara, mengapa dia bisa menghardik saya seperti itu. Tanyalah pada H.A Salim bagaimana hal yang sebenarnya terjadi pada waktu itu”.

Semua berawal dari serangan Belanda ke Jogja pada Desember 1948, yang menyebabkan tujuh tokoh ditangkap dan diasingkan ke luar Pulau Jawa. Ketujuh tokoh tersebut diangkut dengan satu pesawat terbang, yaitu Soekarno, Hatta, Asaat, H.A Salim, Suryadarma, Syahrir, dan Gaffar Pringgodigdo.

Empat orang diturunkan di Bangka, yaitu Hatta, Gaffar, Asaat, dan Suryadarma. Yang tiga lagi (Soekarno, Syahrir, dan H.A Salim) dibawa ke Brastagi, Sumatera Utara. Seminggu kemudian tiga tokoh yang berada di Brastagi dipindahkan ke Prapat (tepi Danau Toba). Di Prapat inilah salah satu benturan kecil dan sepele antara Soekarno dan Syahrir mulai terjadi.

Seperti diketahui, ketika diasingkan tersebut Syahrir merasa tidak betah dan suka marah (entah karena faktor kotanya atau karena merasakan kesepian). Sedangkan Soekarno adalah sosok yang mudah untuk menghibur diri. Biasanya Soekarno kalau lagi mandi sambil bernyanyi segala rupa.

Suatu kali ketika sedang mandi Soekarno asik bernyanyi di dalam kamar mandi, suaranya cukup keras juga dan rupanya bagi Syahrir itu dirasakan ribut dan mengganggu dirinya (atau mungkin karena terdengar tidak merdu). Hingga tak berapa lama kemudian Syahrir berteriak menghardik Soekarno : “Houd Je Mond” (tutup mulutmu).

Itulah salah satu hal sepele yang ikut membumbui ketegangan hubungan antara Soekarno dan Syahrir.

Blogger, Social Media Strategist, SEO, Web Design.