Gempa 6,7 SR di Nusa Tenggara Barat (NTB)
Gempa berkekuatan 6,7 SR mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB). Dua warga setempat dilaporkan tewas setelah gempa bumi 6,7 skala Richter terletak 28 kilometer sebelah utara-barat Raba, kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), terjadi Senin, kira-kira di 03:41:46 WITA. Masita, dari lokal Ngodu Raba, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, yang dihubungi melalui ponsel membenarkan bahwa dua penduduk dari desa Kolo, Kolo Kecamatan Asakota, Kota Bima, meninggal di bawah reruntuhan bangunan.
“Itu informasi yang kami terima dari kerabat di sana. Ketika gempa terjadi kami cepat tertidur dan kekuatan itu masih turun, “ujarnya. Hardi mengaku sempat mendapat informasi dari warga yang menghubungi, kalau ada rumah yang kacanya pecah akibat gempa. “Dapat info ada rumah warga yang kacanya pecah,” katanya.
Informasi kehidupan korban juga diakui oleh Herdin, dari lokal Monggonao, Rasanae Barat kecamatan. Dia bilang, konfirmasi dari kedua kematian akibat gempa diumumkan melalui pengeras suara keras-masjid dan radio FM Bima segera setelah bencana melanda.
Selain dari kematian, ia berkata, assumably banyak penduduk setempat terluka. Rumah juga rusak dan beberapa bahkan roboh. Penduduk setempat yang rumahnya rusak atau roboh akibat gempa saat ini masih berada di luar rumah mereka. “Mungkin jumlah korban tewas gempa bumi ini masih meningkat,” katanya.
Herdin menyatakan informasi yang diterima, banyak orang dari Kolo desa di wilayah pesisir mengungsi ke perbukitan karena khawatir bahwa gempa bumi dapat menyebabkan tsunami.
Data dari Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Selaparang, Mataram, menyatakan bahwa lokasi gempa berada pada 8,24 Lintang Selatan – 118,65 bujur timur, pada kedalaman 25 kilometer di bawah permukaan laut.
Pusat gempa juga di 139 kilometer sebelah utara-barat Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), 139 kilometer sebelah utara-timur Sumbawa Besar, NTB, 206 kilometer sebelah utara-barat Ruteng, NTT dan 208 kilometer di utara-timur dari Taliwang, Sumbawa Barat, NTB. Gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.a retak, palfon pada jatuh,” ujar Hardi Petugas Analis pusat Gempa Nasiona.
Berdasarkan situs Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Senin (9/11/2009), pusat gempa berada di Barat laut pada kedalaman 25 Km di 8.24 LS – 118.65 BT. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat peristiwa ini.

Sumber klik disini. dan disini.







Leave a Reply