Teen’s World
download mp3 fiLm teknoLogi software LifestiLe kesehaTan Tempat Wisata lirik Lagu Indonesia lirik lagu Mancanegara TutoriaL Wordpress NaruTo Serba Serbi IT sTore

Cara Sederhana KenaLi SeraNgan JanTung

September 26, 2009 – 3:38 am | by puguh
Google
 

jantung Cara Sederhana KenaLi SeraNgan JanTungSerangan jantung itu gejala dan tandanya khas, yakni rasa nyeri, rasa berat tertindih beban, dan rasa tidak enak di dada yang muncul dadakan. Rasa tak enak ini biasanya menjalar ke leher, pundak, lengan, sampai punggung. Disertai jantung berdebar, sesak napas, berkeringat dingin, mual-mual, sampai muntah. Namun, tak setiap serangan jantung koroner memunculkan gambaran spesifik seperti itu. Mugkin hanya sebagian saja keluhan dan gejalanya muncul begitu. Bisa juga malah tidak menimbulkan keluhan sama sekali. Serangan jantung koroner pada pengidap diabetes biasanya nyaris tanpa keluhan. Saraf-sarafnya sudah tumpul untuk mengirimkan pesan rasa nyeri akibat komplikasi diabetesnya.

Dari pengamatan beberapa dokter jantung, terkesan gejala serangan jantung koroner orang Indonesia cenderung berupa keluhan nyeri uluhati (epigastric pain), seolah tengah sakit maag. tidak jelas mengapa. Mungkin mengenai cabang koroner bagian lebih bawah jantung.

1. Ya, serangan jantung koroner bisa saja berulang kembali karena faktor bakat risiko terkena serangan masih ada dalam tubuh. Namun, apabila faktor risiko itu berhasil di tekan, kejadian serangan jantung berulang bisa digagalkan. Caranya kontrol semua faktor risiko. Hipertensi dan diabetes harus tetap terkendali dalam batas normal. Selain itu berat badan dibikin ideal. Selain diet membatasi porsi makan berlebih dan menu berlemak, perlu pula bergerak badan rutin setiap hari.

2. Serangan jantung yang tidak khas biasanya menyerupai masuk angin belaka. Tidak enak badan harus dicurigai sebagai awal serangan pada mereka yang memiliki risiko yang dipikul.

Masuk Angin
Bukan sekadar masuk angin biasa, masuk angin yang disertai dengan denyut nadi yang abnormal, yakni nadi menjadi lebih cepat tetapi lemah, mungkin tidak teratur, ditambah berkeringat dingin, apalagi disertai mual-mual hebat, harus dicurigai sebagai serangan jantung koroner. HAbis dikerok atau dipijit, langsung serangan jantung, misalnya kerap terjadi.

Apabila mencurigai kemungkinan masuk angin sebagai serangan jantung, sebaiknya langsung periksa enzim darah ke laboratorium untuk melihat apakah sudah terjadi kerusakan pada otot jantung akibat kerusakan pasokan darah koroner. Beberapa enzim jantung (CK, CPK, Troponin), dan LED (laju endap darah) biasanya meninggi. Peninggian nilai enzim-enzim ini ada yang menghilang setelah beberapa jam, sampai beberapa hari setelah terjadinya serangan.

Kalau hasil pemeriksaan darah mnunjukkan keabnormalan, perlu langsung dilakukan perekamaan listrik jantung ECG (electrocardiography). Pemeriksaan ini paling sederhana (portabLe) yang hasilnya langsung bisa di baca. Namun, pemeriksaan ECG belum tentu mendeteksi sumbatan koroner yang masih kecil. Jika sumbatan masih kurang dari 80 persen, umumnya belum terdeteksi. Jadi daya deteksi ECG hanya sekitar 55 persen. Begitu juga bisa dilakukan treadmill, belum bisa langsung disimpulkan tidak ada sumbatan koroner kalau sumbatannya masih kecil. Sekarang ada pemeriksaan yang lebih tajam untuk menemukan sumbatan koroner sekecil apa pun, yakni dengan MSCT (multislices computer ized tomography). Dulu hanya dengan 16 slices saja masih bisa luput mendeteksi, tetapi sekarang sudah ada MSCT mutakhir yang mencapai 64 slices. Hanya dengan alat ini kelainan jantung sekecil apa pun sudah dapat terendus.

Beda Stent dan Bypass
3. Perbedaan pemasangan stent dengan operasi bypass jantung, ya dalam hal indikasi dan teknik pengerjaannya. Ada kasus jantung koroner yang harus dioperasi bypass, yaitu bila sumbatan sudah terjadi pda banyak percabangan dan mengenai cabang koroner utama.
Ada kasus yang belum perlu di bypass. Apabila hanya menyumbat satu-dua cabang koroner saja dan masih memungkinkan dipasang stent (cincin pelebar pipa pembuluh koroner), operasi bypass belum perlu dipilih.

Dari teknik pengerjaan dan resiko bahaya yang mungkin timbul, operasi bypass lebih sulit dan pelik dibanding pemasangan stent. Begitu juga biaya yang harus dikeluarkan. Biaya operasi bypass lebih tinggi di banding pemasangan stent. Hasil operasi bypass jantung biasanya lebih sempurna karena sudah mengganti (menukar aliran koroner) dengan memasang pembuluh darah yang diambil dari tungkai atau lengan pasien sendiri. Kemungkinan pembuluh koroner tersumbat kembali lebih kecil dibanding pemasangan stent.

Pada pemasangan stent, bisa terjadi penyumbatan kembali pada lokasi stent di pasang. Mungkin setelah beberapa tahun kemudian. Pada lokasi stent dipasang terbentuk kembali plak. Sekarang sudah ditemukan stent yang lebih mutakhir yang bersalutkan obat (eluted), sehingga kemungkinan terbentuk karat lemak di tempat yang sama, jauh lebih kecil. Hal lain yang perlu diingat, terbentuknya penyumbatan koroner berpotensi terjadi di cabang pembuluh koroner lain yang sebelumnya masih sehat. Mengapa? Karena seluruh cabang koroner pada jantung pasien sama memiliki bakat risiko terbentuk “karat lemak” plak.

Proses terbentuknya “karat lemak” sudah berlangsung puluhan tahun sebelumnya. Mungkin sejak usia remaja. Bukan hanya sebab tingginya lemak darah (lipid), termasuk jika LDL tinggi, sedang HDL rendah, melainkan juga oleh hadirnya faktor hormon, enzim, ada tidaknya riwayat peradangan dalam pembuluh darah (kuman), kekurangan mineral dan vitamin tertentu, dan jangan lupakan akibat banjirnya radikal bebas (free radical), serta faktor stres berat. Komplotan faktor risiko itu yang memicu terjadinya serangan jantung seseorang, sehingga disebut bersifat multifaktorial. Jadi sesungguhnya serangan jantung koroner yang mengeruk kantong dalam-dalam itu masih bisa dicegah dengan cara sederhana, yaitu: menemukan semua faktor risokonya seoptimal mungkin. Termasuk tidak membiarkan hidup dengan stres yang buruk dan berkepanjangan (malstress), hidup tidak ngoyo, dan lebih banyak tertawa (dosis sedikitnya 3x sehari, sampai terpingkal pingkal). :D

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

  1. One Response to “Cara Sederhana KenaLi SeraNgan JanTung”

  2. By mila on Nov 18, 2009 | Reply

    hmm,,,askum..
    bisa tolongin gak…tolong donk ngasih info tenteng ensim-ensim pada jantung…

Sorry, comments for this entry are closed at this time.