Teen’s World
download mp3 fiLm teknoLogi software LifestiLe kesehaTan Tempat Wisata lirik Lagu Indonesia lirik lagu Mancanegara TutoriaL Wordpress NaruTo Serba Serbi IT sTore

Gambir dapat Mencegah Gangguan Perut dan Kanker

September 9, 2009 – 9:28 am | by puguh
Google
 

gambir Gambir dapat Mencegah Gangguan Perut dan KankerGambir merupakan ekstrak air panas dari daun dan ranting tanaman gambir yang disedimentasikan dan kemudian dicetak serta dikeringkan. Sudah lama orang mengenal gambir sebagai bahan campuran untuk menyirih atau menginang (bahasa jawa). Bahan untuk menyirih biasanya digunakan daun sirih, sedikit kapur sirih, dan sejumput gambir atau pinang. Gambir ternyata juga mempunyai manfaat meredam gangguan perut dan menguatkan pencernaan. Ektrak daunnya bahkan potensial sebagai peredam kanker.

Sebagian orang dulu maupun di pedesaan-pedesaan tentu tak asing dengan gambir. Meski kegiatan kuno menyirih atau menginang dianggap sudah kuno, ternyata tidak menurunkan permintaan akan gambir. Hal ini dibuktikan masih relatih mudahnya gambir didapat, terutama di pasar-pasar tradisional. Selain untuk menambah rasa menyirih atau menginang, gambir juga memberikan manfaat lain, yaitu sebagai pilihan alami untuk mencegah beragam keluhan. Utamanya untuk meringankan gangguan perut dan pencernaan.

Seperti diungkapkan oleh seorang dosen dari fakultas farmasi universitas Pacasila Drs. Bambang Setrisno, Apt. mengungkapkan bahwa gambir berkhasiat menguatkan pencernaan dan meredakan beragam gangguan perut karena mengandung tanin yang merupakan senyawa turunan fenol. Zat ini dikenal pula sebagai zat samak yang membuat lendir dalam usus menjadi kering karena pori-pori dan selaput lendir menciut. Akibatnya, air tidak bisa di serap ke dalam usus lagi.

Meski cukup efektif dalam mengatasi diare, gambir tidak boleh di konsumsi dalam jumlah berlebihan sebab akan membuat sembelit. Karena itu sebaiknya gunakan sekitar 2 gram saja, terutama untuk ramuan yang harus diminum.

Penelitian yang dilakukan oleh Zulfadli dari universitas Andalas Padang jurusan farmasi FMIPA membuktikan bahwa gambir juga memberikan efek positif dalam penanganan diare. Uji mikrobiologi menggunakan ekstrak gambir terhadap beberapa bakteri penyebab diare pernah dilakuan secara in vitro.

Bukan untuk itu saja, gambir terutama daunnya, potensial sebagai antikanker. Menurut Dra. Taty Rusliati R. Apt, Msi, dosen fakultas kedokteran universitas Tarumanegara. Daun gambir (unrica gambir) berpeluang di kembangkan sebagai pilihan alami untuk pengobatan antikanker.

Dalam uji laboratorium, pemberian infus ekstrak daun gambir sebanyak 145 ppm, mampu mematikan sekitar 50% sel murin p-388 (sel kanker darah putih alias leukimia). Khasiat itu diduga berkat senyawa flavonoid dan fenolik ada anggota family rubiaceae ini.

Bukan itu saja manfaat dari gambir. Gambir juga di manfaatkan dalam industri bir sebagai penjernih dan pemberi rasa khas. Orang melayu menggunakannya untuk mengobati pendarahan, dalam bentuk salep untuk obat bisul. Namun, kegunaannya yang khusus adalah untuk mengobati penyakit serak atau parau dan penyakit tenggorokan (lyringitis).
Pengembangan gambir sebagai bahan pembuatan gula tablet pastilles telah dilakukan oleh Sari Intan Kailaku, seorang mahasiswa dari IPB Bogor. Penelitiannay telah dilakukan tahun 2002 yang bertujuan mengetahui formula terbaik dalam pembuatan kembang gula tablet pastiles. Hasilnya, formual dengan perbandingan sakarin dan amilum sebanyak 3,5:94,5 dan penambahan gambir 3% (formula A) merupakan formula kembang gula tablet pastiles dengan kadar air, kadar abu, dan kekerasan yang baik.

Ciri-ciri dari tanaman gambir yaitu: menjalar pada pohon atau semak dengan bantuan suatu alat penguat. Daunnya bertangkai pendek, bunganya sebesar bola tenis, dan tumbuh diketiak daun. Bentuknya bulat telur atau lonjong. Bagian pangkalnya membulat. Ada pula yang bentuknya seperti jagung. Permukaan daunnya gundul, tak berbulu. Bunganya berwarna kelabu dan bentuknya seperti tabung. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari Asia Tenggara. Budidaya gambir dapat dilakukan pada lahan dengan ketinggian 200-800 meter diatas permukaan laut, mulai dari topografi agak datar hingga di lereng bukit. Di Indonesia tanaman ini banyak di temukan di di daerah Sumatra Barat terutama di kabupaten Limapuluh Kota dan kabupaten Pesisir Sawahlunto, Sijunjung.

Pengembangan tanaman komoditi ekspor ini belum berasal dari tanaman terseleksi, sehingga produksi dan mutunya rendah. Dari evaluasi berbagai tipe gambir di sentra produksi, ada 3 tipe Yng mempunyai mutu baik, yaitu tipe udang, cibadak, dan riau.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Sorry, comments for this entry are closed at this time.